Seringkali menjadi jujur pada diri sendiri terasa menyakitkan. Banyak
orang merasa mandek dalam kariernya. Mereka menganggap orang lain dan
lingkungan sebagai sumber kegagalan. Mereka mengingkari bahwa
penyebabnya justru berasal dari dalam diri mereka sendiri. Di lain
pihak, seringkali pula orang tidak mampu jujur pada diri sendiri karena
salah dalam memahami keberhasilan yang sedang diraihnya. Banyak orang
berhasil lalu mengira mampu melakukan
apa saja. Mereka mengembangkan kedua belah lengannya lebar-lebar dan
menyangka akan berhasil di semua hal. Mereka tak mau mengakui bahwa ada
batas-batas yang tak mungkin dilalui. Jujur pada diri sendiri adalah
bersedia untuk menerima segala sesuatu apa adanya. Mengenali diri
sendiri adalah belajar untuk menilai dan memahami diri sendiri dengan
pikiran jernih tanpa dibebani dengan prasangka, harapan, ketakutan dan
perasaan-perasaan lain.
Maukah anda memaafkan segala sesuatu yang telah terjadi, dan
menerima sebagaimana adanya dengan hati lapang?
Mengenal diri sendiri bukan sekedar mengenal nama, alamat, usia, dan
apa-apa yang tercantum dalam curiculum vitae. Mengenal diri sendiri
adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya
sendiri. Dalam kehidupan sehari-hari, orang terbiasa untuk berhubungan
dengan orang lain. Mereka mengembangkan berbagai cara komunikasi
efektif dengan orang lain demi tercapainya tujuan. Demikian pula halnya
dengan belajar mengenal diri sendiri, seseorang harus mengembangkan
bentuk komunikasi timbal balik yang baik dengan dirinya sendiri. Mereka
harus menumbuhkan kemampuan untuk melihat dan mendengar apa yang
dikatakan oleh dirinya sendiri agar mampu memahaminya dengan baik.
Proses ini adalah ketrampilan yang harus diasah terus-menerus. Pada
awalnya selalu terasa berat, karena sebelum
bertindak seseorang harus mengkomunikasikannya terlebih dahulu dengan dirinya sendiri,
"apakah ini adalah sesuatu yang sesuai dengan diri saya? apakah ini
benar-benar menjadi keinginan diri saya?" Dengan kata lain proses
mengenal diri sendiri adalah proses membangkitkan kesadaran diri. Dan,
bagian terberat dalam proses ini adalah belajar untuk disiplin.
Apakah anda sanggup melakukan disiplin diri?
Salah satu bentuk disiplin yang menuntun pada pengenalan diri adalah
mengamati diri secara cermat - mengamati setiap perasaan, pikiran,
harapan, keinginan, kegembiraan dan lain-lain yang terjadi dalam diri
sendiri. Para spiritualis biasa melakukan ini dengan bermeditasi,
khusyu', mengheningkan cipta, atau berbagai istilah lain. Pengamatan
ini menumbuhkan kesadaran yang lebih tenang, yang mampu melihat secara
jernih pikiran dan perasaan yang sedang terjadi, kemampuan, bakat dan
ketrampilan yang dimiliki, kekuatan dan kesempatan untuk menggunakan
semua pikiran, perasaan, kemampuan, bakat dan ketrampilan itu untuk
sebaik-baiknya kehidupan karier. Pengamatan diri ini
dapat dilakukan di setiap saat sembari melakukan kegiatan sehari-hari.
Justru dalam kegiatan sehari-hari itulah seseorang berkesempatan untuk
menyadari betapa banyak gejolak pikiran, perasaan yang muncul silih
berganti.
Apakah anda bersedia menjadi diri anda sendiri?
Banyak orang mengaburkan arti menjadi "diri sendiri" dengan "semaunya
sendiri". Menjadi diri sendiri melalui proses mengenal diri adalah
menumbuhkan pengendalian diri karena dalam mengembangkan dirinya
seseorang harus senantiasa berjalan pada potensi-potensi yang
dianugerahkan padanya. Selain itu, banyak orang menjadi apa yang
dikatakan orang lain dan menganggapnya itu sesuai dengan dirinya. Yang
perlu disadari adalah bahwa setiap orang itu berbeda dan unik. Tak ada
orang yang sama. Mereka dianugerahi kemampuan, potensi dan bakat yang
berbeda-beda.Tugas manusia adalah menggunakan semua itu untuk kemajuan
kehidupan ini. Tujuan mengenal diri untuk pengembangan karir adalah
mengenal apa potensi-potensi,
bakat-bakat, kemampuan dan ketrampilan yang ada pada diri agar bisa
digunakan untuk kemajuan karir. Selain itu, mengenal diri akan
menumbuhkan kesadaran dan pengendalian diri, suatu bentuk pengembangan
emosi dan spiritual yang dibutuhkan untuk mengiringi langkah kemajuan
karir.
KEGIATAN ALTERNATIF
Ambil waktu senggang, carilah suasana tenang. Persiapkan diri anda
untuk melakukan kegiatan ini. Mungkin kegiatan ini akan berlangsung
selama 30 menit atau lebih. Dalam melaksanakan kegiatan ini bersikaplah
seperti menonton film kehidupan anda. Jangan biarkan emosi anda
terlibat. Berusahalah untuk menerima apa yang telah terjadi. Bila anda
bermaksud menafsirkan apa yang mungkin terlintas dalam kegiatan ini,
maka anggaplah bahwa tidak ada sesuatu pun yang sia-sia, selalu
bertujuan, dan baik bagi
pengembangan diri.
1--Ambillah secarik kertas, tuliskan nama, tempat dan tanggal lahir,
dan data pribadi anda lain yang patut anda ketahui. Mampukah anda
mengenal diri anda melalui data-data yang anda tulis sendiri sembari
melepaskan segala harapan-harapan, ketakutan dan kecemasan yang mungkin
pernah ditanamkan dalam benak anda? Mampukah anda melihat diri anda
melalui data-data yang anda tulis dengan cara pandang yang polos dan
sederhana? Apakah anda bisa menyadari bagaimana kepribadian yang biasa
anda kenakan dalam kehidupan sehari-hari?
2--Kini tuliskan riwayat pekerjaan anda. Anda bisa memulainya dari awal
atau akhir. Yang penting adalah anda mampu melihat seluruh riwayat
pekerjaan anda secara utuh. Mungkin di saat menulis itu, anda teringat
pada hal-hal yang menyenangkan atau menyedihkan. Biarkan saja. Sekali
lagi, pandanglah catatan riwayat pekerjaan anda sesederhana mungkin.
Tetapi amati setiap kecenderungan yang muncul yang menerbitkan
kegembiraan dalam pekerjaan anda.
3--Tuliskan riwayat pendidikan anda, sejak kecil hingga sekarang.
Tuliskan pula ketrampilan dan hal-hal apa yang pernah anda pelajari.
Sebagian mungkin semakin terasah. Sebagian lain terlupakan. Lihatlah
seluruh riwayat pendidikan dan pengajaran anda secara utuh. Amati
setiap kecenderungan yang membuat hidup anda terasa menyenangkan.
Apakah anda mampu menemukan hubungan antara pendidikan anda dengan
pekerjaan anda sekarang?
4--Cobalah menulis kegiatan-kegiatan yang anda lakukan. Biasanya itu
adalah kegiatan yang menyenangkan dan membuat hidup terasa penuh
gairah. Bisa berupa hobi, petualangan, organisasi sosial, agama, seni,
olahraga, dan lain-lain. Apakah anda menemukan hubungan antara
kegiatan-kegiatan ini dengan pekerjaan dan karir anda sekarang?
5--Lihatlah diri anda kini secara utuh, sekali lagi dengan pandangan
yang polos dan sederhana (tanpa dibebani harapan akan masa depan dan
penyesalan pada masa lalu), mampukah anda menemukan diri anda sekarang
sebagai sebuah simpul dari benang-benang masa lalu? Bisakah anda
menemukan hubungan dari semua ini?
Berjalan di atas potensi dan bakat diri selalu berkaitan erat dengan
kebahagiaan dan gairah hidup. Bila anda benar-benar mengerjakan sesuatu
yang sesuai dengan potensi dan bakat, anda akan menemukan kegembiraan
dan energi yang luar biasa besar. Kegiatan di atas hanya selembar
kegiatan alternatif untuk mengenal titik-titik potensi yang memicu
kebahagiaan dalam diri (bila sekarang anda masih bisa merasakan gairah
atas kegiatan anda di masa lalu, maka itu adalah gairah yang muncul
dari potensi diri anda.) Tentu takkan cukup lima point kegiatan di atas
untuk benar-benar mengenal diri,
karena mengenal diri adalah proses yang terus berjalan - bahkan hingga akhir hayat.
Namun setidaknya, dengan sedikit demi sedikit menguak apa yang
ada dalam diri, anda akan menemukan sesuatu hal aturan sederhana: bahwa
hanya dengan menjadi diri sendirilah seseorang menemukan kebahagiaan
sejatinya. Dan, pengembangan diri semestinya bertujuan untuk menemukan
kebahagiaan diri yang sejati, bukan yang lain.